by

Inilah Resiko yang Bakal Anda Dapatkan Jika Berkata Rasis di Game Online!

-Berita-150 views

Inilah Resiko yang Bakal Anda Dapatkan Jika Berkata Rasis di Game Online! – Game merupakan salah satu wabah untuk semua orang meluapkan dan menghilangkan stress, kepenatan akibat aktivitas keseharian di luar sana. Sayangnya, banyak sekali penyimpangan yang terjadi di dunia game, seperti kata kasar, cacian bahkan rasis yang didapatkan dalam game yang ditujukan kepada kaum yang lebih lemah.

Dengan adanya perkataan kasar bahkan menuju rasis pasti membuat orang tersinggung. Hal ini lah yang harus kamu hindari!

Banyak sekali kita temui orang yang berkata rasis di dalam game, demi mengurangi penyimpangan tersebut, pihak developer pun mengambil tindakan agar pembicaraan di dalam game hanya muncul perkataan yang sehat saja. Karena bermain game kan demi bersenang-senang bukan mencari musuh. Benar?

Nah, jangan coba rasis di game dibawah ini kalau gak mau dapatin resiko. Cek gan!

League of Legends

League of Legends adalah salah satu game yang memang dipenuhi oleh para pemain toxic. Yaitu para pemain yang senang sekali berkata “pedas” dan membuat orang lain tersinggung.

Itulah sebabnya Riot Games selaku sang developer, sangat serius merancang sebuah sistem, untuk membuat hal ini bisa diatasi. Setidaknya bisa diminimalisir.

Riot Games, selain membuat sistem commend player, juga membuat sistem report. Di mana para pemain, bisa mengirim laporan kepada Riot setelah bermain.

Laporan ini bisa mengenai seorang pemain yang toxictermasuk berkata rasis, feeder atau cenderung egois dan merusak permainan. Nantinya, sistem dan tim Riot Games, akan melakukan pengecekan.

Jika ternyata pemain tersebut terbukti telah merugikan pemain lain, sang pelapor akan mendapatkan notifikasi mengenai hukuman yang dikenakan oleh pemain yang dilaporkan tersebut.

Hukuman yang dikenakan untuk pertama kali adalah pemain tidak akan bisa melakukan chat sebanyak 10 game. Jika kedua kali melakukan kembali, akan dikenakan hukuman larangan 25 game melakukan chat.

Jika ternyata ketiga kalinya masih membandel, alhasil pemain akan terkena ban selama 2 minggu. Masih membandel juga? Ucapkan selamat tinggal kepada pemain tersebut.

Fortnite

Untuk Fortnite tidak terlalu jelas, peraturan apa yang digunakan dalam game mereka. Epic Games tidak menjelaskan secara detail, hukuman apa saja yang akan dikenakan kepada para pelanggar.

Fortnite sendiri tidak memiliki sistem chat teks, melainkan hanya voice chat yang hanya diperuntukkan berkomunikasi kepada tim. Bahkan ke musuhpun tidak bisa.

Hanya saja, Epic Games memang melarang keras mengenai segala bentuk ucapan yang menyinggung SARA. Para pemain bisa melaporkan pemain yang “nakal” setelah bermain.

Kemungkinan besar, pemain yang “nakal” tersebut, akan dikenakan ban secara langsung tanpa basa basi. Intinya, jangan coba-coba menyinggung SARA ya.

DotA 2

Salah satu game yang juga penuh dengan para pemain toxic. Hanya saja Valve, selaku developer dan publisher dari DOTA 2 memiliki peraturan yang lebih ketat terhadap pemain yang nakal agen bola.

Jika pemain yang “nakal” ini dilaporkan, maka pemain ini akan terkena hukuman ban secara langsung tanpa basa-basi. Hanya saja, lama ban bisa beragam sesuai beratnya pelanggaran yang dilakukan.

PUBG

PUBG juga memiliki hukuman yang cukup ketat. Jika seorang terbukti melakukan chat suara yang menyinggung SARA serta pelecehan seksual, maka pemain tersebut akan dikenakan ban selama tiga hari.

Setelah itu, hukuman ban tersebut akan berkembang selama memang pemain masih tetap “nakal”. Hingga akhirnya pemain tersebut akan dikenakan ban secara permanen agen bola terpercaya.

Para pemain yang merasa terganggu oleh pemain “nakal” ini, bisa langsung melaporkan setelah permainan selesai.

CS GO

CS:GO adalah salah satu game yang menggunakan teknologi VAC (Valve Anti Cheat), sayangnya teknologi ini tidak bekerja untuk mengatasi para pemain yang melakukan chat rasis, melainkan membasmi yang menggunakan cheat.

Hanya saja, para pemain bisa melaporkan para pemain yang cenderung “nakal”, dengan cara seperti game-game di atas, yaitu melaporkan setelah permainan selesai.

Nantinya, para pemain tersebut akan dikenakan banselama 30 hari atau bahkan lebih. Jika kedua kalinya melakukan kesalahan yang sama, maka akan dikenakan ban secara permanen.

Overwatch

Blizzard mungkin menjadi developer yang paling keras terhadap para pelaku chat rasis dan para pemain yang cenderung toxic dalam permainan.

Bagi para pemain yang toxic dalam permainan, maka akan mute secara paksa pemain yang toxic tersebut. Setelah itu, jika pemain tersebut dilaporkan oleh pemain lain, maka pemain yang “nakal” tersebut bisa terkena ban secara permanen.

Para pemain selain bisa melakukan pelaporan, juga bisa melakukan block kepada pemain tersebut. Sehingga para pemain, bisa menghindari pemain yang sering melakukan toxic.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed